// archives

Pengertian Laporan Keuangan

This category contains 12 posts

Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan, Kondisi perusahaan yang dimaksud adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).

Neraca

Neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang terpenting bagi perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan dalam bentuk neraca. Neraca biasanya disusun pada periode tertentu, misalnya satu tahun. Namun, neraca juga dapat dibuat pada saat tertentu untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini bila diperlukan. Biasanya hal ini sering dilakukan pihak manajemen […]

Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut. Masing- masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan, baik secara bagian, maupun secara keseluruhan. Namun, dalam praktiknya perusahaan dituntut untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, […]

Bentuk Neraca Keuangan

Dalam menyusun neraca, perusahaan dapat menggunakan beberapa bentuk sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Disamping itu, bentuk neraca yang dipilih sesuai dengan aturan dan kelaziman yang berlaku. Artinya penyusunan neraca didasarkan kepada bentuk yang telah distandarisasi, terutama untuk tujuan pihak luar perusahaan. Dalam praktiknya terdapat beberapa bentuk neraca. Perusahaan dapat memilih salah satu dari bentuk, yaitu […]

Pengertian Bank

Bank adalah tempat perusahaan menyimpan uang atau menitipkan uangnya dalam bentuk simpanan. Contoh jenis simpanan yang ada di bank rekening giro dan rekening tabungan. Menyimpan uang di bank lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan memegang uang tunai. Pertama, dengan menyimpan uang di bank perusahaan, akan diperoleh penghasilan dari bunga atau jasa simpanan yang diberikan oleh bank. […]

Pengertian Utang Jangka Panjang

Utang Jangka Panjang adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun. Artinya jatuh tempo utang tersebut relatif lebih panjang dari utang lancar. Penggunaan utang jangka panjang biasanya digunakan untuk investasi yang juga  lebih dari satu tahun. Komponen yang ada dalam utang jangka panjang adalah seperti obligasi, hipotek, utang bank […]

Pengertian Utang Lancar

Utang lancar adalah kewajiban atau utang perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dibayar. Jangka waktu utang lancar adalah maksimal dari satu tahun. Oleh karen itu, utang lancar juga disebut juga utang jangka pendek. Komponen utang lancar antara lain terdiri dari utang dagang, utang bank, maksimal satu tahun, utan wesel, utang gaji, dan utang jangka pendek […]

Aktiva Lainnya

Merupakan harta atau kekayaan yang tidak dapat digolongkan ke dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Komponen yang ada dalam aktiva lainnya adalah seperti bangunan dalam proses, piutang jangka panjang, tanah dalam penyelesaian dan lainnya.

Aktiva Tetap

Merupakan harta atau kekayaan perusahaan yang digunakan dalam jangka panjang lebih dari satu tahun. Secara garis besar, aktiva tetap dibagi dua macam, yaitu : aktiva tetap yang berwujud (tampak fisik) seperti : tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan lainnya. aktiva tetap yang tidak berwujud (tidak tampak fisik) merupakan hak yang dimiliki perusahaan, contoh hak paten, merek […]

Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan harta atau kekayaan yang segera diuangkan (ditunaikan) pada saat dibutuhkan dan paling lama satu tahun. Aktiva lancar merupakan aktiva yang paling likuid dibandingkan dengan aktiva lainya. Jika perusahaan membutuhkan uang membayar sesuatu yang segera harus dibayar misalnya utang yang sudah jatuh tempo, atau pembelian suatu barang atau jasa, uang tersebut dapat diperoleh […]